Inilah Saya Bagi Keluarga
Saya terlahir dari keluarga sederhana, anak
pertama dari tiga bersaudara. Saya mempunyai 2 orang adik, laki-laki dan perempuan.
Pendidikan yang diajarkan orang tua saya terbilang cukup keras kepada
anak-anaknya. Sebagai anak pertama saya di tuntut untuk mengerti kondisi
perekonomian keluarga dan memberikan contoh sikap yang baik terhadap adik-adik
saya. Hasil pengajaran yang orang tua saya berikan membuat kami,ketiga anaknya
pun berkarater bermental baja. Kata “MENYERAH” tidak ada dalam kamus hidup
kami.Orang tua saya pun sering kali berkata kepada anak-anaknya “Jadilah
Manusia yang Bermental Baja” . Kami pun sudah mengerti arti dari perkataan “baja” yang sesungguhnya. Baja adalah
besi yang kekuatannya sangat kuat dan sulit untuk dipatahkan diharapkan kami
anak-anaknya mempunyai mental yang kuat,jangan mudah menyerah,memiliki
impian-impian yang besar dan apapun cobaan hidup hadapi dengan berani dan
tegar.
Hidup dalam keterbatasan merupakan perjalanan
hidup saya.Pekerjaan orang tua pun tidak menentu semenjak ayah saya terkena PHK
pada tahun 2012.Pada tahun itu saya masih duduk di bangku SMA swasta kelas 1. Biaya
sekolah semakin menumpuk disebabkan penunggakan uang sekolah karena tidak mampu
membayar,tetapi saya tidak akan menyerah dengan keandaan saya pun mencoba
berusaha menjual buku soal-soal persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri kepada
kakak-kakak kelas saya.Syukur saya panjatkan kepada Tuhan karena hasil dari penjualan buku tersebut
cukup menutupi uang sekolah selama 2 bulan. Kondisi ini terjadi karena
pendapatan orang tua saya yang minim.
Semenjak duduk di bangku SMA saya rajin untuk
mencari beasiswa guna mendukung berjalannya kegiatan sekolah saya karena
mengandalkan gaji orang tua pun tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Sadar
akan keterbataan orang tua saya untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai ke
perguruan tinggi, saya pun giat belajar untuk mendapatkan Perguruan Tinggi
Negeri,dan Tuhan pun mendengar doa-doa saya akhirnya saya mendapatkan Perguruan
Tinggi Negeri di Jakarta yang lokasi nya tidak terlalu jauh dari rumah.
Semenjak kuliah saya merasa beban moral dan
tanggung jawab lebih besar di bandingkan saat SMA dulu.Saat kuliah saya
berusaha untuk tidak meminta uang saku kepada orang tua saya,untuk memenuhi kebutuhan
perkuliahan,saya pun mencari pekerjaan sampingan yaitu mengajar dan menjaga
tempat rental playstasion (ps) 3 milik saudara saya.Sepulang kuliah saya
usahakan untuk mencari uang,terkadang saya mengajar sampai jam 8 malam guna
untuk mencukupi segala keperluan kuliah saya.Hari Sabtu dan Minggu pun saya
jadikan wadah untuk mencari uang,di saat orang lain menghabiskan waktu liburnya
dengan bersantai,saya pun tidak saya mencari uang dengan menjaga rental playstasion.
Sebagian orang berpandapat bahwa penjaga rental
playstasion itu laki-laki,banyak orang-orang yang bertanya kepada saya kenapa
bersedia penjaga rental PS karena dominasi pengunjungnya adalah laki-laki saya
pun mempunyai beberapa alasan : Pertama lokasi rental playstasion yang tidak
terlalu jauh dari rumah Kedua : Pekerjaan ini tidak memakan waktu dan teanag yang
banyak dan saya bisa meluangkan waktu untuk mengerjakan tugas perkulihan
saya.Honor saya menjaga rental dan mengajar saya jadikan untuk uang transportasi
saya ke kampus,uang saku dan untuk membeli buku kuliah. Saya juga membiayai
uang sekolah adik saya yang masih duduk di bangku SMP.Merasakan sulitnya mencari
uang saya terapkan hidup hemat dalam keseharian saya.
Setiap hari saya kuliah di sertai bekerja,
Untuk bermain dengan kawan pun sudah tidak terpikirkan oleh saya. Ada kondisi
dimana saya iri melihat teman-teman di kampus yang hidup berkecukupan,akan
tetapi rasa iri itu saya hiraukan dan membayangkan hidup itu indah pada masa
nya kelak nanti dan saya pun harus selalu tetap memegang teguh dengan
impian-impian yang ingin saya capai.Saya yakin tuhan tidak pernah menutup mata bagi hambanya yang berusaha.Itulah
perkataan ibu saya yang saya tanamkan dalam hati.Walaupun hidup dalam
keterbatasan akan tetapi saya mempunyai sejuta mimpi yang tidak terbatas.
Semua itu saya lakukan untuk keluarga
saya.Saya berusaha meringankan beban orang tua saya dengan cara tidak meminta
uang saku dari mereka.Saya sadar pendidikanlah yang bisa menjadi jalan merubah
hidup saya.Masih ada 2 orang adik yang di tanggung oleh orang tua saya.Menjadi
anak pertama harus memberikan contoh sikap yang baik kepada adik-adik contohnya
dengan memiliki jiwa mandiri dan tidak bergantung pada orang tua.
Saya selalu berusaha untuk selalu mengambil sks maksimal di setiap semesternya guna untuk memepercepat masa studi saya di UNJ. Pengajuan beasiswa yang saya tujukan kepada Baituzzakah Pertamina di harapkan bisa menerima saya menjadi beaswan Baituzzakah.Bantuan dari Bituzzakah Pertamina sangat berguna bagi keberlangsungan perkuliahan saya .Terimakasih
Saya selalu berusaha untuk selalu mengambil sks maksimal di setiap semesternya guna untuk memepercepat masa studi saya di UNJ. Pengajuan beasiswa yang saya tujukan kepada Baituzzakah Pertamina di harapkan bisa menerima saya menjadi beaswan Baituzzakah.Bantuan dari Bituzzakah Pertamina sangat berguna bagi keberlangsungan perkuliahan saya .Terimakasih